Transportasi Terintegrasi

Membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antarmoda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, memperluas daya jangkau transportasi, pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat pemukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.

Kondisi Saat Ini

1 Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan program transportasi.
Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Forum Lalu Lintas yang ada unsur masyarakat di dalamnya, tidak efektif. Masyarakat bahkan jarang mengetahui keberadaan lembaga tersebut.

2 Masterplan transportasi Jakarta lama tak diperbaharui, seharusnya dievaluasi setiap 5 tahun, sesuai dengan amanat UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (No. 22/2009). Dokumen terakhir yang ada adalah Pola Transportasi Makro (PTM) 2007. Bahkan Perda Transportasi (No. 5/2014) yang ditandatangani Gubernur Jokowi memerintahkan Gubernur Jakarta berikutnya untuk membuat Perda Rencana Induk Transportasi selambat-lambatnya tahun 2016.

3 Pengadaan bus hanya fokus pada bus besar dengan dana triliunan rupiah. Sedangkan peremajaan metromini sangat lambat. Bahkan angkutan perkotaan akan dihapuskan oleh Gubernur Basuki.

4 Pembangunan Koridor TransJakarta, rencana 15 koridor. Sutiyoso membangun koridor 1-10, Fauzi Bowo membangun koridor 11, Jokowi membangun koridor 12, Basuki: sedang membangun koridor 13, belum selesai.

5 LRT yang sedang gencar dibangun adalah milik Pemerintah Pusat dengan panjang 83,6 km. Sedangkan LRT milik Pemprov DKI Jakarta (Kelapa Gading-Velodrome, hanya 6 km), baru dimulai pembangunannya.

6 Pembangunan monorel terkatung-katung. Gubernur Jokowi melakukan peletakan batu pertama ulang untuk melanjutkan pembangunan monorel, tetapi Guberur Basuki menghentikan prosesnya. (sumber: http://news.liputan6.com/read/2075822/ahok-september-jadi-gubernur-dki-monorel-gua-sembelih).

 


Solusi/Terobosan

Bidang Transportasi

1 Transportasi umum GRATIS untuk warga miskin, lansia, guru, PNS, anak sekolah, dan warga tidak mampu pemegang KJP dan KJS.

2 Transportasi murah, aman, dan nyaman untuk seluruh warga Jakarta. Cukup Rp. 5000 sekali jalan, bisa ke mana saja.

3 Lalu lintas tertib, selamat dan bebas macet.

13 Langkah Mengatasi Kemacetan Jakarta

1 Menyambungkan seluruh angkutan umum bertrayek dengan tiket terusan. Misalnya sekali jalan masyarakat hanya bayar Rp. 5000, sudah bisa naik transjakarta, kopaja, metromini, dan angkutan umum. Prinsipnya, transportasi terjangkau untuk seluruh warga Jakarta.

2 Menyediakan sekolah pengemudi angkutan umum agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menata transportasi tidak hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi harus membangun SDM-nya.

3 Berkerja sama dengan PT KAI menata kawasan di sekitar stasiun.
Layanan kereta yang baik tidak didukung fasilitas pejalan kaki, pesepeda dan angkutan pengumpan di sekitar stasiun, sehingga belum membuat nyaman pengguna angkutan umum dan warga sekitarnya.

4 Menata dan membina pengemudi angkot dan ojek untuk meningkatkan aspek keselamatan. Saat ini pemprov masih menganggap ojek sebagai angkutan ilegal. Padahal ojek sangat dibutuhkan masyarakat. Perlu ada kebijakan transisi mengatasi kesenjangan ini mengingat 75% kasus kecelakaan lalu lantas melibatkan sepeda motor.

5 Penyediaan fasilitas park and ride yang terjangkau, tertata, dan tersebar luas sepanjang jalur KRL, MRT dan Transjakarta, sehingga meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

6 Mendukung kepolisian menerapkan penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik. Petugas kepolisian tidak harus di lapangan, tetapi masyarakat tertib dan taat aturan lalu lintas.

7 Menerapkan jalan berbayar berbasis elektronik (electronic road pricing), yang telah tertunda lama, dan membentuk badan pengawas independen agar dananya bisa dimanfaatkan untuk meningkatan kualitas pelayanan angkutan umum.

8 Mempercepat pembangunan MRT dan LRT, menata bangunan di sepanjang jalurnya dengan sistem Transit Oriented Development (TOD).
TOD adalah memaksimalkan angkutan massal yang dilengkapi fasilitas pejalan kaki / sepeda.

9 Meningkatkan tata kelola terminal dan simpul transportasi lain agar memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melakukan perjalanan.

10 Menyediakan fasilitas pejalan kaki yang ramah iklim tropis serta terintegrasi dengan stasiun KRL & halte Transjakarta.

11 Mendata, menata, dan mengatur angkutan berbasis online, sehingga bersinergi dengan pemerintah mengatasi kemacetan Jakarta. Kehadiran teknologi dalam sistem transportasi tidak terelakkan. Perlu ada aturan adil dan saling menguntungkan bagi kemaslahatan warga Jakarta.

12 Mempercepat proses pembangunan tol lingkar luar dan tidak membangun 6 ruas tol dalam kota yang menambah kemacetan Jakarta.

13 Menyiapkan masterplan transportasi yang lebih manusiawi dan adil untuk warga Jakarta.